Monday, May 13, 2019

Satu Nama

Pernahkah ketika kalian sedang merasa bahagia, tiba-tiba muncul satu nama yang ingin kalian hubungi untuk berbagi secuil kebahagiaan tersebut?

Atau saat sedang sedih, ada kah satu nama yang muncul begitu saja, yang ingin kalian hubungi untuk sekedar memperoleh ketenangan darinya?

Atau mungkin, tak peduli apapun situasinya, satu nama itu selalu ada dalam pikiran, dengan atau tanpa kalian bisa menyingkirkannya?

Gue yakin setiap dari kita pasti punya satu nama itu.
Entah itu orang tua, saudara, pacar, sahabat, atau mungkin juga teman.

Dalam kasus gue, satu nama itu sayangnya adalah nama yang... well anggap aja nama yang sedang gue usahain untuk hilang dari pikiran gue. Nama yang nggak mau sering-sering gue inget lagi. Dan nama yang cukup menjadi masa lalu gue dan nggak perlu ada di keseharian gue sekarang apalagi di masa depan nanti.

Gue kira udah berhasil.
Karena memang kenyataannya semakin hari gue semakin nggak memikirkan nama itu.

Tapi siapa sangka, saat gue jatuh dari tangga kemarin yang reflek muncul di otak gue adalah namanya. Saat jatuh dan gue terdiam lama di tangga sambil kesakitan, saat itu juga rasanya gue pengen ngehubungi dia. Gue tahu dia nggak bakal bisa nolongin gue yang waktu itu emang lagi sendiri karena kosan sedang sepi, tapi seenggaknya gue pengen cerita kalo gue habis jatuh, pengen ngadu sambil nangis kalo rasanya itu sakit banget sampe gue cuma bisa terduduk nggak bisa gerak selama beberapa menit. Gue pengen dia jadi orang pertama yang tahu apa yang sedang gue alamin, yang sedang gue rasain, seperti dulu..

Hah! Tapi untungnya saat itu logika gue masih menang atas perasaan gue.
Gue pun akhirnya mutusin buat nggak ngehubungi satu nama itu. Buat apa? Toh ketika dia tahu nggak mungkin juga dia bakal bantuin gue. Secara, gue dimana dan dia dimana..

Yasudah, gue pun menikmati rasa sakit gue seorang diri. Fix lah saat itu yang gue lakuin cuma mringis kesakitan sambil ngutuk diri sendiri yang ceroboh banget turun tangga pake mainan hape.

Namun saat itu juga gue jadi mikir,
ternyata sampe sekarang pun, bahkan setelah sekian lama, satu nama itu masih hampir menjadi tempat gue kembali, untuk berbagi.

Satu nama, yang sepertinya belum tergantikan, meski sudah lama tak saling menyapa.

0 comments:

Don't take out without credits!. Powered by Blogger.