pict by pinterest
Tentang nasehatmu malam itu, aku masih berusaha untuk melakukannya.
Bahwa sebaiknya kita tidak terlalu mengharapkan satu sama lain, tidak terlalu bergantung, dan tidak boleh sering membicarakan masa depan kita bersama.
Yang seharusnya kita lakukan adalah terus menjaga dan memperbaiki diri kita masing - masing.
Bukan demi aku ataupun kamu, bukan! Melainkan demi jodoh kita masing - masing nantinya.
Karena katamu, kita tidak tahu siapa yang nantinya menjadi jodoh kita. Dengan melakukannya, setidaknya kita dapat mengurangi sakit hati jika memang jodoh kita kelak bukan kamu ataupun aku.
Tentu saja, semuanya butuh proses.
Banyak hal yang sedikit demi sedikit harus aku rubah dan biasakan.
Mencoba untuk tidak terlalu bergantung kepadamu, salah satunya.
Hubungan dengan orang tua yang tidak terlalu dekat, menjadikanmu orang pertama yang selalu aku hubungi disaat suka dan duka.
Pun tentang kebiasaan kita yang selalu membicarakan masa depan itu, sedang kuusahakan untuk tidak kulakukan lagi.
Tak mudah memang, mengingat kebiasaan itu telah menjadi hiburan dan penyemangat tersendiri bagiku.
Dan untuk tidak terlalu mencintai dan berharap kepadamu itu, adalah hal tersulit yang harus aku lakukan.
Bertahun - tahun mengenalmu membuatku sulit untuk tidak berharap kamulah yang akan menjadi imamku kelak.
Karena bagiku, kamu sempurna. Meski kutahu bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini.
Tentang nasehatmu malam itu, aku masih berusaha untuk melakukannya..

0 comments:
Post a Comment