Monday, April 18, 2016

Being Busy Is A Blessing, But..

Seharusnya ketika melihat para pedagang eceran di lampu merah yang setiap hari bekerja kepanasan dari pagi sampai sore, aku harus bersyukur kepada Tuhan karena setiap harinya aku bekerja di dalam ruangan full AC

Atau ketika melihat kakek tua berpakaian lusuh yang setiap hari berkeliling mendorong gerobak reyotnya yang berisi abu gosok atau entahlah apa isi di dalamnya, aku harus bersyukur kepada Tuhan karena yang kulakukan hanya duduk di kursi empuk tanpa harus capek kesana-kemari

Atau ketika melihat mereka para kuli bangunan, pengamen jalanan, tukang parkir, tukang sol sepatu keliling, dan mereka-mereka yang bekerja keras membanting tulang untuk mendapatkan uang demi sesuap nasi, aku harus bersyukur kepada Tuhan karena tidak harus bekerja seperti mereka

Seharusnya...

Syukur itu ada, tapi nyatanya aku belum sepenuhnya nyaman dengan pekerjaanku sekarang di Social Trust Fund (STF) UIN Jakarta. Suasana kantor yang nyaman, akses full internet yang cepat, para karyawan lain yang baik, makanan terjamin dan tidak pernah merasa kelaparan, bahkan pekerjaan yang aku dapat tanpa perlu bersusah payah melamar kesana-kemari tersebut tetap saja masih belum bisa membuatku untuk benar-benar ikhlas dan senang bekerja di sana

Aku tidak tahu kenapa
Mungkin karena bekerja tidak masuk dalam daftar rencana yang harus aku lakukan setelah lulus kuliah
Mungkin juga karena aku tipe orang yang lebih suka disuruh belajar dibanding bekerja
Atau mungkin juga karena memang aku tidak ingin bekerja (untuk saat ini)

Entahlah, aku sendiri juga bingung

Jika dibanding dengan saat-saat aku masih kuliah dulu, tentu saat ini bisa dibilang aku lebih produktif, karena memang sudah diatur seperti itu
Pagi harus sudah berangkat bekerja, dan baru bisa pulang sore atau tak jarang maghrib
Tentu saja, hal tersebut jauh lebih produktif mengingat dulu saat kuliah aku lebih banyak bermain dan bersenang-senang dibanding dengan fokus belajar

Dengan apa yang sedang aku jalani sekarang, seharusnya aku bersyukur kepada-Nya, dan aku memang telah bersyukur atas nikmat dan kemudahan yang telah diberikan-Nya kepadaku. 

Tapi...

Ah sudahlah..

Semoga aku bisa cepat ikhlas dan senang dengan apa yang sedang aku jalani sekarang. Amiin...

Menjadi sibuk adalah sebuah anugerah, tapi ketika kesibukan tersebut tidak membuat kita senang dan nyaman, apakah masi bisa disebut anugerah?

0 comments:

Don't take out without credits!. Powered by Blogger.