Atau ketika melihat kakek tua berpakaian lusuh yang setiap hari berkeliling mendorong gerobak reyotnya yang berisi abu gosok atau entahlah apa isi di dalamnya, aku harus bersyukur kepada Tuhan karena yang kulakukan hanya duduk di kursi empuk tanpa harus capek kesana-kemari
Atau ketika melihat mereka para kuli bangunan, pengamen jalanan, tukang parkir, tukang sol sepatu keliling, dan mereka-mereka yang bekerja keras membanting tulang untuk mendapatkan uang demi sesuap nasi, aku harus bersyukur kepada Tuhan karena tidak harus bekerja seperti mereka
Seharusnya...
Syukur itu ada, tapi nyatanya aku belum sepenuhnya nyaman dengan pekerjaanku sekarang di Social Trust Fund (STF) UIN Jakarta. Suasana kantor yang nyaman, akses full internet yang cepat, para karyawan lain yang baik, makanan terjamin dan tidak pernah merasa kelaparan, bahkan pekerjaan yang aku dapat tanpa perlu bersusah payah melamar kesana-kemari tersebut tetap saja masih belum bisa membuatku untuk benar-benar ikhlas dan senang bekerja di sana
Aku tidak tahu kenapa
Mungkin karena bekerja tidak masuk dalam daftar rencana yang harus aku lakukan setelah lulus kuliah
Mungkin juga karena aku tipe orang yang lebih suka disuruh belajar dibanding bekerja
Atau mungkin juga karena memang aku tidak ingin bekerja (untuk saat ini)
Entahlah, aku sendiri juga bingung
Jika dibanding dengan saat-saat aku masih kuliah dulu, tentu saat ini bisa dibilang aku lebih produktif, karena memang sudah diatur seperti itu
Pagi harus sudah berangkat bekerja, dan baru bisa pulang sore atau tak jarang maghrib
Tentu saja, hal tersebut jauh lebih produktif mengingat dulu saat kuliah aku lebih banyak bermain dan bersenang-senang dibanding dengan fokus belajar
Dengan apa yang sedang aku jalani sekarang, seharusnya aku bersyukur kepada-Nya, dan aku memang telah bersyukur atas nikmat dan kemudahan yang telah diberikan-Nya kepadaku.
Tapi...
Ah sudahlah..
Semoga aku bisa cepat ikhlas dan senang dengan apa yang sedang aku jalani sekarang. Amiin...
0 comments:
Post a Comment