Halo!! Seneng bisa nulis lagi di sini :")
Ternyata udah setahun gue nggak update. Well, jujur gue memang sengaja. Menulis di blog biasanya selalu menjadi pelarian gue untuk mengungkapkan segala unek-unek yang ada. Tapi sejak gue lihat videonya Pak Sapardi (alm.) dan Rintik Sedu dalam sebuah acara di youtube, ada perkataan Pak Sapardi yang sangat membekas. Beliau selalu memberi jarak dengan apa yang ingin dia tulis. Contohnya kalau mencintai seseorang, nanti dulu, tenangkan dulu, kalau tidak nanti jadi cengeng, alias puisinya jadi cengeng.
Sejak saat itu, tiap kali ada kejadian atau suatu hal yang membuat gue ingin menuliskannya di blog, akhirnya selalu gue urungkan. Apalagi kalo suatu hal tersebut ada hubungannya dengan hati yang sedih-sedih, takutnya isi tulisan gue penuh dengan olokan dan umpatan nggak jelas hehe so.. yah begitulah ceritanya kenapa akhirnya blog ini gue anggurin.
Tepatnya mulai memasuki tahun 2019 sampai pertengahan tahun 2020 gue sedang tidak baik-baik saja. Selama masa hiatus tersebut bisa dibilang kondisi psikologis gue sedang terganggu. Stress, sedih, depresi, bahkan tidak hanya sekali muncul keinginan buat mengakhiri hidup. So far, saat itu adalah titik terendah gue dalam hidup. Sepertinya semua masalah datang di waktu yang bersamaan. Gue merasa sendiri saat masalah-masalah itu menghajar gue dari berbagai sisi. Gue cuma bisa nunduk dan sujud. Mukena dan sajadah gue pun seringkali basah. Gue bahkan masih ingat bagaimana tiap kali sholat gue selalu menangis, bahkan saat baru memulai takbir.
Beberapa hal kemudian berakhir bahagia, namun beberapa hal lainnya membutuhkan waktu cukup lama untuk mengetahui jawabannya, yang akhirnya menyisakan sakit dan trauma. Setelah masa-masa suram tersebut, alhamdulillah gue mendapatkan pekerjaan. Tidak cukup membuat gue bahagia, tapi setidaknya cukup membuat gue sibuk sampai tidak sempat memikirkan hal-hal negatif. Dengan cara itu, gue bisa memberi ruang kepada hati dan mental yang sedang mencoba sembuh dengan tidak mengingat memori sebelumnya yang menyakitkan.
At the end of the day, gue sadar bahwa segala yang terjadi bukan tanpa alasan. Semua tangis, tawa, kecewa, juga bahagia, selalu ada hikmahnya masing-masing. Gue lega akhirnya fase tersebut sudah selesai. Semua puzzle telah menemukan potongannya. Dan yang paling penting, I've learnt my lesson!
0 comments:
Post a Comment