Monday, June 24, 2019

Perpisahan Kesekian

Tentang kita,
ada begitu banyak yang ingin kuceritakan.
Jangan tanya sampai kapan,
nyatanya kamu tetap menarik untuk kutuliskan.

Perihal bagaimana kita,
mungkin aku dan kamu adalah dua insan,
yang acap memilih untuk melepaskan, dibanding harus mempertahankan.

Pagi itu, akhirnya kita menyempatkan untuk bertemu.
Setelah sekian lama, setelah waktu senggang memberi kesempatan, setelah jarak tak lagi menjadi penghalang.
Menghabiskan waktu denganmu, aku selalu merasa senang.
Terlepas dari tangis dan tawa yang pernah dilewati, rupanya kamu masih menjadi yang tersayang.

Sepanjang hari, kita bercerita tentang banyak hal yang telah dilalui.
Obrolan kita memang selalu asik. Mulai dari pekerjaan yang tak pernah habis, tanggung jawab yang terus membayangi, juga perasaan-perasaan yang tetap menghantui. Hingga sampailah pada kata yang menjadi alasan dibalik perjumpaan kita.

Aku selalu menghargai ketulusanmu.
Juga kejujuran serta keberanianmu untuk tidak mengulang kesalahan yang lalu.
Lagi-lagi kita sepakat untuk kembali melepaskan.
Anehnya, merelakan rasanya tidak pernah seikhlas itu.
Mungkin ini seperti yang pernah dikatakan Gobind,
bahwa lawannya cinta adalah takut, bahwa untuk bisa bahagia kita harus merelakan, menanggalkan keakuan, ingat bahwa kita tidak pernah kehilangan apa-apa karena kita tidak memiliki apa-apa.  

Terima kasih, kamu.
Di antara banyak hal yang belum sempat tersampaikan, aku hanya ingin kamu tahu,
most people I love just take me for granted.
The fact that you're not part of them makes me grateful.

Sudah, ya.
Sampai jumpa.
Dan selamat menemukan!
Semoga tidak ada lagi perpisahan yang kesekian..

0 comments:

Don't take out without credits!. Powered by Blogger.