Sudahlah. Akui saja bahwa kamu telah abai.
Kamu terlalu jauh melangkah. Hingga batas hitam dan putih itu kabur tak terarah.
Berhenti menyangkal! Berhenti memberi beribu alasan!
Terimalah bahwa kamu memang salah. Lalu segeralah berdamai dengan hati dan pikiran.
Mungkin berat, mungkin tidak.
Hanya perlu kembali terbiasa, itu saja.
Berbahagialah, tanpa harus menyakiti hati yang lain.
Tersenyum dan tertawalah, bukan diatas kesedihan dan tangis orang lain.
Semoga Allah terus menguatkanmu.
Baik-baiklah selalu! Dan jangan lupa, di sini masih ada aku.
0 comments:
Post a Comment