source: google
"Mungkin ini yang terbaik untuk kita, saling doain aja semoga dapet yang terbaik. Aku yakin kalo emang jodoh kita nggak akan kemana-mana. Tapi kalau bukan, yang jelas kamu cewek pertama yang aku suka. Makasi ya untuk selama ini..."
***
"Ternyata dua orang yang saling mencintai tapi nggak bisa bersama itu lebih nyakitin dari cinta bertepuk sebelah tangan.."
***
"Kapan pulang? Aku pengen ketemu"
***
"Aku mau buat pengakuan, dulu pas lulus aku sengaja minta semua foto kamu ke temen. Dan sekarang semuanya hilang bareng laptop yang dicuri, termasuk hape yang ada nomor kamunya"
"Momen ilangnya pas banget sih, mungkin kamu emang disuruh ngelupain aku"
"-__-"
***
"Nggak tahu ini radio lagi ngejek atau ngasi semangat. Pas banget yang keputer lagunya Last Child yang Percayalah"
***
"Aku nganggep kamu kakak aja ya"
"Kok kakak sih"
"Kan emang kamu lebih tua"
***
"Sekarang iteman ya, makin jelek"
"Kan kerjaannya panasan mulu. Btw pas banget sih, baru aja aku mikirin kamu"
***
"Tau nggak? Kemarin pas buka Fb di beranda sekilas ada PP orang yang baru ganti. Aku mikir kok cantik, eh pas liat namanya ternyata kamu haha"
***
"Heh fotonya ganti sana! Ntar banyak yang suka loh"
"Situ siapa nyuruh-nyuruh?"
"Mantan calon pasanganmu haha udah calon, mantan juga ._."
***
"Jangan baca buku sejarah mulu, coba baca novelnya Tere Liye yang Sunset Bersama Rosie deh!"
***
"Gimana kabarnya?"
"Baik, tapi semangat buat kuliah lagi turun nih"
"Udah mau lulus kok malah males. Yaudah habis ini aku hubungi terus yaa, mau ditelfon sekalian kah?"
***
"Cuma mau bilang kalau aku nggak lupa dan nggak akan pernah lupa. Selamat ulang tahun kamu!"
***
"Tetep nggak bisa, aku butuh kamu"
***
"Ayo, kita harus sama-sama bahagia ya! Meski dengan tidak bersama-sama"
***
"Hei, sori"
"Buat?"
"Tentang aku yang nggak merindukanmu, itu bohong"
***
"Habis nangis nih gara-gara novelnya Windhy yang 'Seandainya'..Mirip banget sama yang kita alami. Aku, seperti Juno yang kalah bahkan sebelum angkat senjata. Dan kamu, seperti Rizki yang.. ah sudahlah.."
***
"Gimana kabar hati?"
"Belum bisa move on"
"Gpp, semua hanya masalah waktu"
***
"Novelnya Tere Liye yang baru uda keluar tuh"
"Uda baca kok. Quote favorit kamu kali ini apa?"
"Tentang kita yang nggak perlu galau apalagi sakit hati. Karena penulis skenario kita adalah yang maha mengetahui"
"..."
"Intinya dijalani aja yaa. Aku bisa. Kamu juga pasti bisa"
***
"Takdir Tuhan nggak pernah kejam, yang ada hanya kita yang selalu salah paham"
***
"Masalah pacaran atau komitmen itu hanya sebuah status. Perkara jodoh, kita nggak akan tahu bisa benar-benar bersama sebelum sah ijab-qabul. Jadi mulai sekarang, kamu jangan terlalu berharap sama aku, begitupun aku juga nggak boleh terlalu berharap sama kamu"
***
"Ketika aku uda siap, dan ketika orang itu memang jodohku, aku pasti datang ke rumahnya. Intinya, sebelum bener-bener fix mau niat nikah, aku nggak mau ada semacam komitmen dan sejenisnya. Nggak ke kamu, ataupun ke yang lainnya"
***
"Jodoh nggak akan ketuker. Siapa tau kamu yang terbaik buat aku atau sebaliknya, atau mungkin juga yang lain kan ngga ada yang tau"
***
"Yang perlu kamu lakuin hanya berdamai dengan masa lalu, dan belajar menerimanya"
"Yang aku butuhin cuma waktu, itu aja"
***
"Hei!"
"Hai! Uda lama nih nggak muncul"
"Hehe gimana kabarnya?"
"Harusnya aku yang nanya kayak gitu"
"Yang jelas uda nggak galau kok"
***
"Pagi endeell!!"
"Pagii -.- Jangan panggil gitu lagi ah"
"Haha lagi ngapain?"
"Ngerjain tugas"
"Semangat endeeellll!!!"
"-_______-"
***
"Jadi mau kapan?"
"Apanya?"
"Nikahnya.. ya wisudanya lah!"
"Doain bisa akhir tahun. Kalau nikahnya, nungguin kamu sukses dulu lah haha"
"Amiin pasti bisa! Kalau nikah, ya nggak usah sukses dulu kan gpp, ngerintis dari bawah bareng"
"Laah"
***
"Ndel? Hehe ups"
"Mau nyapa apa ngajak berantem?"
"Sekali-kali"
"Ngajak mah nikah, jangan ngajak berantem"
"Emang mau diajak nikah?"
"Siapa sih yang ngga mau diajak nikah"
"Jadi mau nih?"
***
"Belum berangkat juga?"
"Iya nih, masih ada berkas yang harus diurusin"
"Jadinya kemana emang?"
"Ikhtiar dan doanya ke Glasgow insyaallah"
"Kemungkinan nggak ketemu dong ntar"
"Kenapa?"
"Aku maunya ke Leiden"
"Ah Belanda-Inggris deket tinggal nyebrang, ntar aku samperin"
***
"Gimana so far kehidupan di sana?"
"Betah kok. Lagi berusaha bahagia"
"Good, di sana selalu bikin betah kok"
"Yang bikin betah itu orang, bukan tempat"
"Ciyeee udah ada yang bikin betaah haha"
***
"Kalau kata Silampukau sih, cinta itu buat kapan-kapan, kala hidup tak banyak tuntutan"
***
Barusan aja gue lihat artis yang mirip banget sama lo di tv. Artis yang sempet gue benci. Alasannya? Ya karena tiap kali liat dia, gue jadi keinget sama lo, sama tingkah lo, dan sifat lucu lo haha segitunya ya gue dulu
Kalau dipikir-pikir, ingatan terakhir gue tentang lo ngga begitu menyenangkan. Gue masih inget, malam itu kita uda lama nggak ketemu (well kita emang jarang banget ketemu sih), dan sekalinya ketemu ada dia juga. In that very moment, gue baru liat secara langsung, gimana cara lo bicara sama dia, gimana sikap lo, juga ekspresi lo. Lo keliatan.. bahagia. Dari situ gue bener-bener sadar, kalau dia emang orang yang berarti di hidup lo. Saat itu juga, lo ngebuktiin ke diri gue sendiri kalau gue emang kalah. Gue kalah sama dia yang udah kenal dan deket sama lo, jauh sebelum kita punya cerita. Sebuah fakta yang sebenernya udah gue tau, hanya saja gue terlalu keras kepala buat mengakuinya.
Aah masa-masa itu...
Well, gue nggak lagi rindu, apalagi berniat untuk mengulang kisah lalu. Hanya saja, wajar kan kalau kita tiba-tiba kepikiran seseorang, terlebih kalau orang itu pernah menjadi yang teristimewa di hidup kita.
To be honest I did think about us, sometimes..
Every once in a while. Cz something like that is hard to forget, I guess..
***
"People change. Feelings change. It doesn't mean that the love once shared wasn't true and real. It simply means that sometimes when people grow, they grow apart"
- (500) Days of Summer -

0 comments:
Post a Comment