Layaknya setiap orang yang hadir dalam hidup, darimu aku belajar sesuatu - untuk tidak berharap kepada orang yang bukan milikku, apalagi sampai menaruh perasaan padanya.
Kita pernah mempunyai mimpi yang sama. Kita pernah menjadi pundak tempat saling bersandar.
Ya, kita pernah memiliki masa indah itu.
Dulu, saat tak ada rasa yang dipaksakan, saat rasa nyaman akan kehadiran masing-masing sudah cukup menjadi penggenap.
Aku tidak marah, sungguh. Hanya kecewa. Dan itu wajar bukan?
Terima kasih telah memberiku pelajaran hidup.
Sebagai gantinya biarkan aku memberimu sedikit nasihat.
Terkadang berterus terang apa adanya jauh lebih baik, sesakit apapun itu.
Berhentilah menerka-nerka, dan jadilah pribadi yang semakin dewasa - seperti seharusnya kamu yang selama ini aku kenal! :)
0 comments:
Post a Comment