"Inspirasi mungkin selalu ada dimana - mana,
tapi inspirasiku selalu ada padamu"
“Siapa lagi itu yang menjadi
inspirasimu?”
“Inspirasiku?”
“Iya. Siapa
lagi yang menjadi inspirasi di tulisan terbarumu?”
“Ooh..
masih orang yang sama kok”
“Mantan
pacarmu?”
“Bukan”
“Lalu?”
“Hanya
seseorang yang baru kukenal sebulan yang lalu”
“Ooh.. seseorang
yang kamu sukai?”
“Kenapa
kamu bisa menyimpulkan seperti itu?”
“Karena
bukannya semua tulisanmu itu memang terinspirasi dari orang yang kamu suka?”
Aku terdiam
sejenak mendengar jawaban lelaki yang baru kukenal satu bulan yang lalu ini. Baru
satu bulan, tapi ia telah mengetahui banyak hal tentangku.
“Nggak semua yang menjadi inspirasiku itu
orang yang aku suka” Jawabku akhirnya.
“Tapi paling
nggak, seseorang yang baru kamu kenal sebulan yang lalu itu, yang menjadi
inspirasimu itu, adalah orang yang kamu suka kan?”
Aku kembali
terdiam mendengar perkataanya. Lelaki ini, sepertinya tidak hanya mengetahui
banyak hal tentangku, tapi terlalu
mengetahui banyak hal tentangku.
“Mmm suka
ya? Mungkin bisa dibilang seperti itu..”
Ya, lelaki
yang baru kukenal selama satu bulan ini, mungkin akan terlalu cepat jika
mengatakan aku mencintainya. Jadi, anggap saja saat ini aku berada pada tahap
menyukainya. Ya, mungkin kata ‘suka’ lebih tepat. Aku menyukai lelaki ini.
Lelaki yang telah menjadi inspirasi tulisan - tulisanku…
***
0 comments:
Post a Comment