"Tamannya bagus" Ucapku kagum sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling taman.
Saat itu suasana taman sedang sepi, hanya ada aku dan dia yang sedang duduk di salah satu bangku taman, menikmati pemandangan indah yang terhampar di depan mata.
"Kamu suka?"
"Banget"
"Baguslah"
"Aku sudah cukup lama tinggal di Bandung, tapi baru tahu kalau ada taman sebagus ini"
"Itu karena kamu kebanyakan belajar, dan waktumu selalu kamu habiskan di perpustakaan"
"Itu karena aku memang banyak tugas, selain itu .."
"Yayaya tak perlu kamu jelaskan aku juga sudah tahu" Potongnya tiba-tiba, yang membuatku sedikit jengkel. "Untuk itulah aku mengajakmu kesini. Karena kamu perlu sedikit refreshing.." Lanjutnya kemudian sambil tersenyum.
Aku hanya diam tertegun mendengar perkataannya. Ada sedikit rasa haru yang muncul di dalam hati, namun di sisi lain juga ada rasa kesal yang muncul, yang mungkin lebih mendominasi.
"Kamu jangan terlalu perhatian kepadaku" Ucapku akhirnya.
"Hah?"
"Kamu juga jangan terlalu baik kepadaku"
"Hah?"
"Kamu selalu saja seperti ini. Sikapmu yang seperti inilah yang membuatku suka sama kamu.."
"Hah? Kamu ngomong apa sih ndi'? Jangan ngaco deh! Hahaha"
"Aku nggak ngaco, aku serius!" Ucapku sedikit kesal sambil memasang wajah serius.
Perlahan tawanya mulai mereda. Bisa kulihat dia menjadi sedikit bingung dengan perkataanku.
"Kamu beneran serius?" Tanyanya memastikan.
Jeda sejenak.
Aku hanya terdiam. Tiba - tiba aku menjadi bingung, antara harus melanjutkan apa yang ingin aku katakan sejak dulu, atau tetap menyimpannya dalam hati dan persahabatanku dengannya akan tetap baik - baik saja.
"Hahaha tentu saja aku hanya bercanda!!" Ucapku akhirnya dengan tawa yang kubuat - kubuat, yang bahkan terdengar aneh di telingaku sendiri.
"Sumpah nggak lucu ndi'!!" Ucapnya lega. "Kamu hampir membuatku jantungan" Tambahnya sambil mengusap dadanya.
Aku hanya tertawa kecil. Perlahan aku menghela nafas berat. Well, Sahabat tetaplah sahabat. Dan mungkin selamanya kita akan menjadi sahabat ...
Setelah percakapan itu, suasana menjadi sedikit canggung. Entahlah .. Aku dan dia sama - sama diam. Mungkin dia sedang sibuk dengan pikirannya, sama sepertiku yang saat ini sedang sibuk dengan pikiranku sendiri.
"Indi" Ucapnya akhirnya.
"Hmm?"
"Tunggu disini ya! Aku mau beli minum dulu.."
"Mmm" Gumamku sambil mengangguk kecil.
Kuamati sosoknya yang beranjak pergi dan mulai menjauh. Namun belum sampai aku mengalihkan pandanganku darinya, tiba - tiba langkahnya terhenti dan Ia menoleh kepadaku. Sontak pandangan kitapun bertemu. Bisa kulihat ia tersenyum kepadaku.
"Aku ingin memberi tahu kamu satu hal" Ucapnya sedikit berteriak.
"Hmm?"
"Kamu adalah orang pertama yang aku ajak kesini!" Ucapnya lagi. Kali ini lebih pelan dari sebelumnya.
Aku berusaha mencerna setiap perkataannya. Orang pertama? Aku ? Tapi mengapa ?
"Kenapa harus aku yang pertama?" Tanyaku akhirnya.
Sejenak ia hanya diam, sampai akhirnya ia kembali menunjukkan senyumnya yang lebih manis, dan berkata dengan suara yang lebih pelan, namun tetap bisa kudengar. "Tentu saja karena kamu adalah sahabatku ... "
***
Ps. Errrrr ini tulisan apa banget dah, gue ngrasa ngga dapet feelnya ._. tapi yang mau ngedit uda keburu males dan ngantuk >.< So, HARAP MAKLUM YAA... GUE MASIH AMATIR -,-

6 comments:
iki real story yo ? hayoo ?
Haha setengah real setengah fiksi xD
yeeeee. ak ngetih deh ahaha
hemmm.... bagus bagus bagus...
haha xD
makasii
Post a Comment