Untuk Seseorang,
Luka di masa lalu, cerita di masa kini,
dan kenangan di masa depan..
Seperti yang gue bilang sebelumnya, dari keseluruhan isi novel, gue paaaaaaalling suka sama bagian ini !! Bagian terahir dalam novel 'Seandainya...'
Dibagian terahir ini, cerita si Juno dan si Rizki seperti cerminan dari cerita gue di kehidupan nyata ... Maka dari itu, nggak heran kalau gue dapet banget feelnya. Gue bisa ngerasain apa yang dirasain oleh Juno kepada Rizki ... Gue bisa ngerasain betapa kecewanya dan sakit hatinya si Juno kepada Rizki ... Dan gue bisa ngerasain semua hal yang dirasain oleh Juno, karena memang apa yang Juno alami, dan apa yang Juno rasain, sama halnya dengan apa yang gue alami dan juga rasain ...
Intinya, Juno di novel, sama seperti gue dikehidupan nyata ..
Dan satu lagi, Suratnya ..
Suratnya Juno yang dikirim buat Rizki, itu ngewakilin gue banget *plakk *serius mode : on*
Well, dari pada semakin nggak jelas, langsung aja deh, bagian terahir dari novel 'Seandainya...' yang paling gue suka :
Keesokan paginya ketika akan mulai bekerja, Rizki mendapati ada e-mail baru masuk di inbox-nya.
Rizki membaca nama pengirimnya dan ternyata.. Juno. Dengan perasaan kacau, Rizki membaca e-mail itu.
Hai! First of all, aku mau minta maaf karena telah meninggalkanmu di kafe itu secara tiba-tiba. Kamu tidak marah kan?
Khas Juno, Rizki tanpa sadar tersenyum.
Aku tahu, seharusnya semua yang telah terjadi tidak boleh kuungkit lagi demi kebaikan kita bersama. Tapi seperti katamu, kadang ada sesuatu yang meluap dalam perasaan kita yang tidak bisa kita bendung lagi.
Rizki menelan ludah. Untuk sedikit menenangkan perasaannya, dia memutar MP3 di komputernya. Dia tidak ingat apa yang ada di daftar playlist-nya tetapi kemudian terdengar alunan lagu-lagu lama Michael Jackson.
Aku tahu apa pun yang kukatakan tidak akan mengubah keadaan. Jangan menyesal atau merasa bersalah terhadapku. Aku hanya mengungkapkan apa yang ingin kukatakan. Aku tahu ini sudah terlambat dan mungkin malah akan lebih menyakiti hatimu dan hatiku. Tapi ... paku memang sudah tertancap baik aku mengirim e-mail ini atau tidak.
Rizki menggigit bibirnya. Hatinya terasa sangat sakit.
Riz, aku tidak akan melupakanmu. Tidak juga pengakuanmu dan semua yang telah terjadi. Kamu telah mengisi salah satu sisi dalam hidupku dan akan selamanya seperti itu. Kamu telah memberiku kenangan dan aku akan menyimpan semua kenangan dalam hatiku sesakit apa pun, sesedih apa pun.... Aku tidak akan pernah melupakan semua hal yang telah terjadi dalam hidupku. Aku yakin suatu saat.. entah kapan.. kenangan itu akan membuatmu menjadi orang yang lebih kuat. Karenanya, akan kukenang semua ini selamanya.
Rizki menghela napas. Juno, kau..
Riz, apa kamu ingat kata-kata Lincoln yang ini: "Jika satu pintu ditutup maka akan ada pintu lain yang terbuka, hanya saja terkadang kita terlalu lama menyesali pintu yang tertutup itu hingga tidak melihat pintu-pintu lain yang dibukakan untuk kita". Aku tidak mau seperti itu. Aku tidak mau terus berharap akan suatu hal yang sudah tak mungkin kudapatkan. Aku harus terus maju.
Mungkin aku telah melakukan kesalahan dengan mengirimimu e-mail ini, tapi toh kalaupun ini adalah kesalahan terahir yang kubuat untukmu.
Beberapa kali Rizki harus menengadah untuk menahan air matanya agar tidak tumpah.
Aku berharap kamu dan tunanganmu bahagia. Sunggul, aku mengatakannya denga tulus dari hatiku.
Riz, just promise me you will be happy, coz I will...
Sincerely
Juno.
Handphone Rizki tiba-tiba berbunyi. Rizki berusaha mengendalikan dirinya sebelum mengangkatnya. Dia membaca nama yang tertera di layarnya. Dessy
"Halo?" jawab Rizki.
"Halo? Rizki, kamu kenapa?"
"Eh.. Nggak apa-apa, cuma sedikit flu," Rizki berbohong.
"Eh? Flu? Nggak apa-apa? Sudah ke dokter?"
"Nggak apa-apa kok," kata Rizki. "Cuman flu ringan. Ngomong-ngomong ada apa?"
"Nggak ada apa-apa," jawab Dessy. "Hanya saja tiba-tiba perasaanku nggak enak, jadi aku meneleponmu. Aku khawatir telah terjadi sesuatu."
Rizki tertunduk. Dia bisa merasakannya.
"Mmm.. kalau ternyata tidak terjadi sesuatu, aku tutup ya teleponnya."
"Des!" cegah Rizki.
"Umh?"
"Aku.."
"Ya?" Dessy masih sabar menunggu kelanjutan kalimatnya.
"Aku mencintaimu," kata Rizki akhirnya.
"Aku juga."
KLIK!
Tepat saat telepon ditutup, playlist sampai pada lagu "One Day in Your Life".
One day in your life
You'll remember the love you found here
You'll remember me somehow
Though you don't need me now
I will stay in your heart
And when things fall apart
You'll remember one day..
Rizki tertunduk di kursinya dan mulai menangis.
One day in your life
When you find that you're always waiting
For a love we used to share
just call my name, and I'll be there
you'll remember me somehow...
***
Sumpah yaa, pas waktu baca bagian terahir di novel ini, gue nangis! Apalagi waktu baca suratnya Juno T.T
Secara nggak langsung, gue seperti baca 'cerita' gue sendiri ..
Dan gue jadi keinget malam itu, malam dimana gue dan dia saling jujur dan saling membuat pengakuan untuk pertama kalinya..
Hey Kamu yang disana, 'si Rizki' dalam kehidupan nyataku..
Malam itu, untuk pertama kalinya, kau mengungkapkan apa yang kau rasakan kepadaku, dan aku juga mengungkapkan apa yang aku rasakan kepadamu.
Namun saat itu, baik aku ataupun kamu, telah menyadari bahwa semuanya telah terlambat.
Kau sudah bersama dengan orang lain, dan aku sudah mengetahuinya bahkan sebelum kau memberitahuku.
Saat itu, aku tidak pernah menyangka bahwa mendengar langsung darimu ternyata jauh lebih menyakitkan dibandingkan dari orang lain..
Aku kecewa, kamu menyesal, dan kita sama-sama menangis.
Namun kita sama-sama tahu, semuanya sia-sia. Kekecewaan dan penyesalan, juga air mata tidak akan bisa merubah segalanya.
Saat itu, aku selalu mengandai-andai, andai sejak dulu kamu mengungkapkan apa yang kamu rasakan padaku, mungkin sekarang tidak akan begini hasilnya.
Mungkin saat ini kita bisa bersama..
Tapi sekali lagi, pengandaianku hanya sia-sia.
Itu hanya semakin menambah rasa kecewa dan penyesalanku.
Waktu tidak akan bisa terulang lagi. Semuanya tidak akan bisa berubah..
Kau ada di hidupku, tapi bukan untuk kumiliki.
Awalnya, sulit memang untuk menerima semua ini.
Tapi percayalah, sedikit demi sedikit, aku pasti akan bisa melewatinya.. entah kapan..
Aku akan berusaha seperti Juno, aku akan berusaha untuk terus maju.
Terima kasih untuk semuanya..
Aku akan menemukan kebahagiaanku, seperti kamu yang lebih dulu menemukan kebahagiaanmu..
Jadi jangan khawatirkan aku.
Aku pastikan aku disini akan selalu baik-baik saja..
0 comments:
Post a Comment